Rabu, 18 April 2012

Epistaksis (MIMISAN)

Berawal dari pengalaman, aku sering mimisan, kata Mama dokter yang biasa memeriksaku bilang kalo mimisanku karena efek demam, kecapean, sakit kepala  dan terlalu lama terkena panas, dan terakhir aku mimisan sekitar 2 hari yang lalu meski ga banyak. Penasaran dengan yang namanya mimisan, karena aku juga calon Sarjana Kesehatan Masyarakat maka aku harus tahu :)

DEFINISI
Dalam istilah kedokteran, mimisan disebut epistaksis. Fenomena ini ditandai darah yang keluar dari rongga hidung yang kerap di alami oleh balita atau remaja dewasa. Walalupun mimisan dapat berhenti sendiri tapi sebaiknya jangan diabaikan, karena bisa jadi mimisan merupakan gejala dari penyakit atau gangguan yang lebih serius. Bagi orang tua perlu mewaspadai jika anaknya mengalami mimisan pertama kali yang disertai gejala demam. Karena bisa jadi mimisan tersebut adalah gejala penyakit berat seperti kanker darah.

PENYEBAB
Mimisan bukanlah penyakit, tetapi gejala dari penyakit atau kelainan yang kebanyakan tidak memiliki sebab yang mudah diidentifikasi. Secara umum penyebab terjadinya mimisan, yaitu :
  • Gangguan yang terlokalisir di hidung, misalnya akibat benturan atau mengeluarkan ingus dengan keras, infeksi, alergi hidung dan tumor. 
  • Penyakit sistemik seperti kardiovaskular (tekanan darah tinggi), penyakit darah (leukemia), kanker darah, gangguan pembekuan darah (hemofilia), infeksi (DBD, TBC dan demam tiroid), penyakit liver dan kencing manis. 
  • Gangguan hormonal, seperti meningkatnya kadar estrogen pada perempuan dan menyebabkan pelebaran pembuluh darah sehingga mudah terjadi mimisan.
  • Kekurang vitamin C dan K.


PENANGANAN
Mimisan bukanlah penyakit, karena itu mimisan bisa dengan mudah di hentikan. Berikut beberapa cara menangani mimisan dilihat dari lokasi pendarahnnya :
1. Pendarahan Anterior
 Pendarahan anterior biasanya berasal dari sekat hidung bagian depan. Jika sumbernya bisa dilihat, tempat asal pendarahan tersebut dikaustik dengan larutan AgNO3 (perak nitrat). Caranya: basahi kapas lidi dengan larutan AgNO3 lalu oleskan pada pembuluh darah yang terbuka. Kemudian daerah yang dikaustik diolesi salep antibiotik untuk mencegah terjadinya infeksi.
Bila pendarahan tidak berhenti juga, maka upaya selanjutnya adalah dengan memasang tampon anterior. Kapas atau kasa di gulung dan dimasukan ke dalam lubang hidung sampai padat sehingga dapat menekan pembuluh darah yang pecah.
2. Pendarahan Posterior
Pendarahan ini disebabkan pecahnya pembuluh darah yang berada di bagian belakang hidung. Pendarahan posterior biasanya lebih hebat dan susah dicari sumber pendarahannya sehingga lebih sulit diatasi. Untuk menanggulanginya dilakukan pemasangan tampon posterior yang disebut tampon bellocq.


Tips Atasi Mimisan di rumah :
  •      Dudukan penderita dalam posisi sedikit membungkuk
  •     Jepit hidung selama 10 menit dengan menggunakan ibu jari dan telunjuk
  •     Usahakan jangan bernafas lewat hidung
  •     Jika pendarahan tidak juga berhenti segera bawa ke dokter


.

Selasa, 17 April 2012

Gema Sudut Ruang

Yang menggema di sudut ruang
Menapaki lorong sempit lagi gelap dalam percikan tetesan  air stalakmit dan stalaktit
Perlahan-lahan menuju keremangan cahaya
Berteman raga, melangkah pasti bersama segenap keyakinan

Luruhnya waktu pun tak mampu melepas seutuhnya
Meski dengan mengerahkan semua daya dan upaya
Karena, gema sudut ruang  itu terasa slalu begitu dekat meski  jauh
Sempitnya sudut ruang pun mampu tertembus panah-panah

Jangankan untuk benar-benar tak menemukan sosoknya
Untuk tak terlintas dalam benakpun masih sulit
Dan, keremangan dalam sudut yang tertembus akan tetap menjadi remang
Sudut ruang yang remang






Kamis, 30 Juni 2011

BRONCHITIS

DEFINISI
Bronkitis (Bronchitis; Inflammation - bronchi) adalah suatu peradangan pada bronkus (saluran udara ke paru-paru).
Penyakit bronkitis biasanya bersifat ringan dan pada akhirnya akan sembuh sempurna. Tetapi pada penderita yang memiliki penyakit menahun (misalnya penyakit jantung atau penyakit paru-paru) dan pada usia lanjut, bronkitis bisa bersifat serius.

PENYEBAB
Penyebab Bronkitis infeksiosa adalah virus, bakteri dan (terutama) organisme yang menyerupai bakteri (Mycoplasma pneumoniae dan Chlamydia).
Serangan bronkitis berulang bisa terjadi pada perokok dan penderita penyakit paru-paru dan saluran pernafasan menahun.
Infeksi berulang bisa merupakan akibat dari:
  • Sinusitis kronis
  • Bronkiektasis
  • Alergi
  • Pembesaran amandel dan adenoid pada anak-anak
Bronkitis iritatif bisa disebabkan oleh:
  •  Berbagai jenis debu
  •  Asap dari asam kuat, amonia, beberapa pelarut organik, klorin, hidrogen sulfida, sulfur dioksida dan bromin
  • Polusi udara yang menyebabkan iritasi ozon dan nitrogen dioksida
  • Tembakau dan rokok lainnya.

GEJALA
Gejala bronkitis berupa:
- batuk berdahak (dahaknya bisa berwarna kemerahan)
- sesak nafas ketika melakukan olah raga atau aktivitas ringan
- sering menderita infeksi pernafasan (misalnya flu)
- bengek
- lelah
- pembengkakan pergelangan kaki, kaki dan tungkai kiri dan kanan
- wajah, telapak tangan atau selaput lendir yang berwarna kemerahan
- pipi tampak kemerahan
- sakit kepala
- gangguan penglihatan

Bronkitis infeksiosa seringkali dimulai dengan gejala seperti pilek, yaitu hidung meler, lelah, menggigil, sakit punggung, sakit otot, demam ringan dan nyeri tenggorokan.
Batuk biasanya merupakan tanda dimulainya bronkitis. Pada awalnya batuk tidak berdahak, tetapi 1-2 hari kemudian akan mengeluarkan dahak berwarna putih atau kuning. Selanjutnya dahak akan bertambah banyak, berwarna kuning atau hijau.
Pada bronkitis berat, setelah sebagian besar gejala lainnya membaik, kadang terjadi demam tinggi selama 3-5 hari dan batuk bisa menetap selama beberapa minggu.
Sesak nafas terjadi jika saluran udara tersumbat.
Sering ditemukan bunyi nafas mengi, terutama setelah batuk.Bisa terjadi pneumonia.

DIAGNOSA
Diagnosis bronkitis biasanya ditegakkan berdasarkan gejala, terutama dari adanya lendir.
Pada pemeriksaan dengan menggunakan stetoskop akan terdengar bunyi ronki atau bunyi pernafasan yang abnormal.
Pemeriksaan lainnya yang biasa dilakukan:
- Tes fungsi paru-paru
- Gas darah arteri
- Rontgen dada.

PENGOBATAN
Pengobatan bronkitis dilakukan untuk mengurangi demam dan rasa tidak enak badan, kepada penderita dewasa bisa diberikan Aspirin atau asetaminofen; kepada anak-anak sebaiknya hanya diberikan asetaminofen.
  • Dianjurkan untuk beristirahat dan minum banyak cairan.
  • Antibiotik diberikan kepada penderita yang gejalanya menunjukkan bahwa penyebabnya adalah infeksi bakteri (dahaknya berwarna kuning atau hijau dan demamnya tetap tinggi) dan penderita yang sebelumnya memiliki penyakit paru-paru.
  • Kepada penderita dewasa diberikan trimetoprim-sulfametoksazol, tetracyclin atau ampisilin. Erythromycin diberikan walaupun dicurigai penyebabnya adalah Mycoplasma pneumoniae.
  • Kepada penderita anak-anak diberikan amoxicillin.
  • Jika penyebabnya virus, tidak diberikan antibiotik.
  • Jika gejalanya menetap atau berulang atau jika bronkitisnya sangat berat, maka dilakukan pemeriksaan biakan dari dahak untuk membantu menentukan apakah perlu dilakukan penggantian antibiotik

PENCEGAHAN
Jika Anda telah sering mengalami serangan bronkitis atau berulang, ppenyebabnya mungkin sesuatu di lingkungan Anda. Lokasi yang dingin, lembab - khususnya dikombinasikan dengan polusi udara atau asap rokok - dapat membuat Anda lebih rentan terhadap bronkitis akut. Ketika masalah menjadi berat, Anda mungkin perlu untuk mempertimbangkan perubahan di mana dan bagaimana Anda hidup dan bekerja.

Langkah-langkah ini juga dapat membantu menurunkan risiko bronkitis dan melindungi paru-paru secara umum:
  • Hindari merokok dan menjadi perokok pasif. Asap tembakau meningkatkan risiko bronkitis kronis dan emphysema.
  • Cobalah untuk menghindari orang-orang yang telah pilek atau flu. Semakin sedikit Anda terkena virus yang menyebabkan bronkitis, semakin rendah risiko Anda mendapatkannya. Hindari kerumunan orang selama musim flu.
  • Dapatkan vaksin flu tahunan. Banyak kasus bronkitis akut hasil dari influenza, virus. Mendapatkan vaksin flu tahunan dapat membantu melindungi Anda dari flu, yang pada gilirannya, dapat mengurangi risiko bronkitis.
  • Tanyakan kepada dokter tentang pneumonia shot. Jika usia Anda lebih dari 60 tahun atau Anda memiliki faktor risiko seperti diabetes, penyakit jantung dan paru-paru, perlu dipertimbangkan melakukan shot bronkitis. Selain itu, dikenal sebagai vaksin Prevnar dapat membantu melindungi anak-anak terhadap pneumonia. Kami menganjurkan untuk semua anak di bawah usia 2 tahun dan untuk anaku usia 2 hingga 5 tahun yang berada pada risiko tertentu penyakit pneumokokus, seperti mereka yang memiliki kekurangan sistem kekebalan tubuh, asma, penyakit jantung atau anemia sel sabit. Efek samping dari vaksin pneumokokus biasanya kecil dan ringan termasuk rasa nyeri atau bengkak di tempat suntikan. Jika Anda memiliki radang paru-paru atau lebih lima tahun yang lalu menjalankan shot, dokter anda dapat merekomendasikan bahwa Anda mendapatkan satu lagi.
  • Cuci tangan atau menggunakan sanitizer tangan secara teratur. Untuk mengurangi risiko terkena infeksi virus, sering mencuci tangan anda dan membiasakan menggunakan sanitizer tangan. Dan jangan menggosok hidung atau mata Anda.
  • Ketika praktek, memakai masker. Jika Anda harus menghabiskan banyak waktu di sekitar orang lain yang batuk dan bersin, ide yang baik untuk memakai masker yang menutupi mulut dan hidung untuk mengurangi risiko infeksi.

Senin, 06 Desember 2010

My Sister said that's MY SONG
by : Rossa

Aku menyesal tlah membuatmu menagis,,,
Dan biarkan memilih yang lain,,,
Tapi jangan pernah kau dustai takdirmu,,
Pasti itu terbaik untukmu,,,

Janganlah lagi kau mengingatku kembali,,,
Aku,,,bukanlah untukmu,,,
Meski ku memohon dan meminta hatimu,,,
Jangan pernah tinggalkan dirinya,,,,
Untuk diriku,,,

Sabtu, 27 November 2010


CRUSTACEA

Krustasea (Crustacea) membentuk kelompok yang sangat besar dari arthropoda, biasanya diperlakukan sebagai suatu subfilum, yang mencakup hewan akrab seperti kepiting, lobster, lobster, udang krill, dan teritip. Seperti arthropoda lainnya, krustasea memiliki exoskeleton, yang mereka rontok untuk tumbuh.

Mereka dibedakan dari kelompok lain arthropoda, seperti serangga, myriapods dan chelicerates oleh kepemilikan biramous (dua-parted) anggota badan, dan bentuk nauplius larva. Kebanyakan krustasea hewan air yang hidup bebas, namun ada juga yang terestrial (kutu kayu misalnya), ada pula yang parasit (misalnya kutu ikan, cacing lidah) dan ada pula yang sessile (teritip misalnya). Kelompok ini memiliki catatan fosil yang luas, mencapai kembali ke Kambrium, dan termasuk fosil hidup seperti cancriformis Triops, yang telah ada ternyata tidak berubah sejak periode Trias. Lebih dari 10 juta ton dari krustasea diproduksi oleh perikanan atau pertanian untuk konsumsi manusia, sebagian besar itu menjadi udang dan udang. Krill dan copepoda tidak secara luas memancing, tetapi mungkin binatang dengan biomassa terbesar di planet ini, dan membentuk bagian penting dari rantai makanan. Penelitian ilmiah dari krustasea dikenal sebagai carcinology (alternatif, malacostracology, crustaceology atau crustalogy), dan seorang ilmuwan yang bekerja di carcinology adalah sebuah carcinologist.

Struktur
Tubuh Crustacea adalah terdiri dari segmen tubuh, yang dikelompokkan menjadi tiga wilayah:. Yang cephalon atau kepala, [1] thorax, [2] dan pleon atau perut [3] Kepala dan dada dapat digabungkan untuk membentuk cephalothorax, [4] yang dapat dilindungi oleh sebuah karapas tunggal yang besar [5] Tubuh Crustacea ini. dilindungi oleh exoskeleton keras, yang harus moulted bagi ternak untuk tumbuh. Shell sekitar somite masing-masing dapat dibagi menjadi tergum punggung, perut dan tulang dada pleuron lateral. Berbagai bagian exoskeleton mungkin menyatu bersama-sama [6]:. 289 Setiap somite, atau segmen tubuh bisa menanggung sepasang pelengkap: di segmen kepala, ini termasuk dua pasang antena, yang rahang dan maxillae; [1] segmen dada beruang kaki, yang mungkin khusus sebagai pereiopods (berjalan kaki ) dan maxillipeds (kaki makan). [2] Perut ini dikenakan pleopods, [3] dan berakhir dengan telson, yang dikenakan anus, dan sering diapit oleh uropods membentuk kipas ekor. [7] Jumlah dan berbagai pelengkap dalam krustasea yang berbeda dapat ikut bertanggung jawab atas keberhasilan kelompok [8] Crustacea pelengkap biasanya biramous, berarti mereka dibagi menjadi dua bagian;. ini termasuk pasangan kedua antena, tetapi bukan yang pertama, yang uniramous [9]. Tidak jelas apakah kondisi biramous adalah negara berasal yang berevolusi di krustasea, atau apakah cabang kedua anggota badan tersebut telah hilang pada semua kelompok lain. Trilobita, misalnya, juga memiliki pelengkap biramous. [10] Rongga tubuh utama adalah sistem peredaran darah terbuka, di mana darah dipompa ke haemocoel dengan hati yang terletak di dekat punggung itu. [11] saluran pencernaan terdiri dari sebuah tabung lurus yang sering memiliki "pabrik lambung" rempela seperti untuk grinding makanan dan sepasang kelenjar pencernaan yang menyerap makanan, struktur ini berlangsung dalam format spiral [12] Struktur yang berfungsi sebagai ginjal terletak di dekat antena.. Otak ada dalam bentuk ganglia dekat dengan antena, dan sebuah koleksi ganglia besar ditemukan di bawah usus. [13] Dalam banyak dekapoda, pasangan (dan kadang-kadang kedua) pertama pleopods adalah spesialis dalam laki-laki untuk transfer sperma. krustasea terestrial banyak (seperti kepiting Pulau Natal merah) kawin musiman dan kembali ke laut untuk melepaskan telur. Lainnya, seperti kutu kayu, bertelur di darat, meskipun dalam kondisi lembab. Dalam dekapoda umumnya, perempuan mempertahankan telur sampai mereka menetas menjadi larva yang berenang bebas. [14]

Ekologi
Sebagian besar krustasea adalah air, hidup di lingkungan baik air laut atau segar, tetapi beberapa kelompok telah beradaptasi dengan kehidupan di darat, seperti kepiting darat, kelomang darat, dan kutu kayu. Krustasea laut adalah sebagai mana-mana di lautan seperti serangga di darat [15] [16] Mayoritas krustasea juga motil, bergerak tentang mandiri, meskipun beberapa unit taksonomi bersifat parasit dan hidup melekat pada host mereka (termasuk kutu laut,. ikan kutu, kutu ikan paus, cacing lidah, dan exigua Cymothoa, yang semuanya dapat disebut sebagai "kutu krustasea"), dan dewasa teritip hidup sessile - mereka terpasang kepala lebih dulu dengan substrat dan tidak bisa bergerak independen. Beberapa branchiurans dapat menahan perubahan salinitas yang cepat dan juga akan beralih host dari laut untuk spesies non-laut [17]:.. 672 Krill adalah lapisan bawah dan bagian yang paling penting dari rantai makanan dalam komunitas hewan Antartika [18] : 64 Beberapa krustasea adalah spesies invasif yang signifikan, seperti kepiting sarung tangan Cina [19] dan kepiting pantai Asia [20].

Siklus Hidup
Sistem Perkawinan Sebagian besar krustasea memiliki jenis kelamin terpisah, dan bereproduksi secara seksual. [21] Sejumlah kecil hermafrodit, termasuk teritip, remipedes, [22] dan Cephalocarida [23]. Beberapa bahkan dapat berubah kelamin selama hidup mereka. [23] partenogenesis juga luas di kalangan krustasea, mana telur layak diproduksi oleh wanita tanpa perlu pembuahan oleh laki-laki [21] Ini terjadi pada banyak Brachiopoda, beberapa ostracods, beberapa isopoda, dan beberapa "lebih tinggi" krustasea, seperti lobster Marmorkrebs.
Telur Dalam banyak kelompok krustasea, telur dibuahi hanya dilepaskan ke dalam kolom air, sementara yang lain telah mengembangkan beberapa mekanisme untuk berpegang pada telur hingga siap menetas. Kebanyakan dekapoda membawa telur yang melekat pada pleopods, sementara peracarids, notostracans, anostracans, dan banyak isopoda membentuk kantong anak-anak dari karapas dan tungkai toraks [21] Female Branchiura lakukan. tidak membawa telur di ovisacs eksternal tetapi melampirkannya pada baris untuk batuan dan lain objek [24]: 788 leptostracans Kebanyakan dan krill membawa telur antara kaki dada mereka; beberapa copepoda membawa telur mereka dalam kantung berdinding tipis khusus, sementara yang lain memiliki mereka yang dilampirkan bersama di panjang, kusut string [21].

Larva
Krustasea menunjukkan sejumlah bentuk larva, yang paling awal dan paling khas adalah nauplius. Ini memiliki tiga pasang pelengkap, semua muncul dari kepala binatang muda, dan mata naupliar tunggal. Dalam kelompok kebanyakan, ada tahapan lebih lanjut larva, termasuk zoea (zoeæ gb. atau zoeas [25]). Nama ini diberikan kepada ketika naturalis dipercaya untuk menjadi spesies yang terpisah [26] Ini mengikuti tahap nauplius dan mendahului post-larva.. zoea larva berenang dengan pelengkap dada mereka, sebagai lawan nauplii, yang menggunakan pelengkap kepala, dan megalopa, yang menggunakan pelengkap perut untuk berenang. Sering memiliki paku di karapas, yang dapat membantu organisme kecil dalam mempertahankan renang arah [27] Dalam dekapoda banyak,. Karena percepatan pembangunan mereka, zoea adalah tahap larva pertama. Dalam beberapa kasus, tahap zoea diikuti oleh tahap mysis, dan orang lain, oleh tahap megalopa, tergantung pada kelompok krustasea terlibat.

Klasifikasi
Nama "krustasea" tanggal dari karya-karya awal untuk menggambarkan hewan, termasuk Pierre Belon dan Guillaume Rondelet, tapi nama itu tidak digunakan oleh beberapa penulis kemudian, termasuk Carl Linnaeus, yang termasuk krustasea di antara "Aptera" dalam bukunya Systema naturae. [28] Karya nomenclaturally berlaku awal untuk menggunakan nama "Crustacea" adalah Morten Thrane Brünnich's Zoologiæ Fundamenta pada 1772, [29] meskipun ia juga termasuk chelicerates dalam kelompok. [28] Subfilum ini Crustacea terdiri dari hampir 52.000 spesies dijelaskan, [30] meskipun jumlah spesies mungkin dideskripsikan 10-100 kali lebih tinggi [31] Walaupun kebanyakan krustasea kecil, morfologi mereka sangat bervariasi dan mereka termasuk kedua arthropoda terbesar di dunia - kepiting laba-laba Jepang dengan rentang kaki 14 kaki (4,3 m) [32] - dan terkecil -. yang 0,1 mm (0,004 in) stocki Stygotantulus panjang [33] Meskipun keragaman mereka bentuk, krustasea dipersatukan oleh larva khusus bentuk yang dikenal sebagai nauplius. Hubungan yang tepat dari Crustacea dengan jenis taksa lainnya belum sepenuhnya jelas. Berdasarkan hipotesis Pancrustacea, [34] Crustacea dan Hexapoda (serangga dan sekutunya) adalah kelompok adik. Studi menggunakan urutan DNA cenderung menunjukkan Crustacea paraphyletic, dengan serangga (tetapi belum tentu hexapods lainnya) bersarang dalam clade bahwa [35] Meskipun klasifikasi krustasea telah cukup variabel, sistem yang digunakan oleh Martin dan Davis [30] adalah. yang paling berwibawa, dan menggantikan sebagian besar karya-karya sebelumnya. Mystacocarida dan Branchiura, di sini diperlakukan sebagai bagian dari Maxillopoda, kadang-kadang diperlakukan sebagai kelas mereka sendiri. Enam kelas biasanya diakui:

Catatan fosil
Krustasea memiliki catatan fosil yang kaya dan luas, yang dimulai dengan hewan seperti Canadaspis dan Perspicaris dari umur Kambrium Tengah Burgess Shale. [36] [37] Kebanyakan dari kelompok utama krustasea muncul dalam catatan fosil sebelum akhir Kambrium , yaitu Branchiopoda, Maxillopoda (termasuk teritip dan cacing lidah) dan Malacostraca, ada beberapa perdebatan, apakah atau tidak hewan Kambrium ditugaskan untuk Ostracoda benar-benar ostracods, yang dinyatakan akan dimulai pada Ordovisium tersebut [38] Kelas-kelas hanya untuk muncul. kemudian adalah Cephalocarida, [39] yang tidak memiliki catatan fosil, dan Remipedia, yang pertama kali dijelaskan dari goldichi Tesnusocaris fosil, tetapi tidak muncul sampai Karbon. [40] Sebagian besar krustasea awal jarang, tetapi fosil krustasea menjadi berlimpah dari Karbon seterusnya. [36] Dalam Malacostraca, tidak ada fosil yang dikenal untuk krill, [41] sedangkan kedua Hoplocarida dan Phyllopoda mengandung kelompok penting yang sekarang sudah punah serta anggota yang masih ada (Hoplocarida: mantis udang yang masih ada, sementara Aeschronectida punah; [42] Phyllopoda: Canadaspidida punah, sedangkan Leptostraca yang masih ada [37]). Cumacea dan Isopoda keduanya diketahui dari, Karbon [43] [44] sebagai adalah pertama benar udang mantis. [45] Dalam Decapoda, udang dan polychelids muncul di Trias, [46] [47] dan udang dan kepiting muncul di Jurassic; [48] [49] Namun, radiasi besar krustasea terjadi pada Kapur, khususnya di kepiting, dan mungkin telah didorong oleh radiasi adaptif predator utama mereka, ikan bertulang [49] lobster pertama yang benar. juga muncul dalam Kapur. [50] Konsumsi oleh manusia Banyak krustasea dikonsumsi oleh manusia, dan hampir 10.700.000 ton yang diproduksi pada 2007, sebagian besar output ini adalah dari krustasea berkaki sepuluh: kepiting, lobster, udang, dan udang 60 [51]
Lebih dari% menurut beratnya semua krustasea ditangkap untuk konsumsi. adalah udang dan udang, dan hampir 80% diproduksi di Asia, dengan China sendiri memproduksi hampir setengah total dunia. [51] krustasea Non-berkaki sepuluh tidak banyak dikonsumsi, dengan hanya 118.000 ton krill tertangkap, [51] meskipun krill memiliki salah satu biomasa yang terbesar di planet ini. [52]

Tambahan :
Hampir 4000 jenis krustasea menghuni freshwaters di seluruh dunia, menempati keragaman habitat dan niche makan. Dalam zona pelagis dan pesisir, kutu air dan copepoda adalah macrozooplankton pokok, dan benthik nomor tempat penampungan litoral wilayah luas benih udang, Scud, dan krustasea lainnya. Sebuah kebiasaan makan omnivora adalah khas dari krustasea, meskipun ada banyak ketat herbivora, karnivora, dan detritivores. Anggota subfilum Crustacea dicirikan oleh seorang kepala dengan rahang rahang pasangan, sepasang maxillae, dan dua pasang antena. pelengkap mereka sering biramous.

Kelas Malacostraca
Perwakilan dari empat kelompok krustasea malocostracean dapat membentuk komponen utama dari fauna bentik dari beberapa perairan segar.

  • Order Amphipoda (Scud atau perenang samping)
Scud yang paling sering ditemukan terkait dengan vegetasi air. Scud kadang-kadang bingung dengan sowbugs, tetapi Scud lebih tinggi daripada mereka lebar dan berenang cepat di sisi mereka, sementara sowbugs telah diratakan, tubuh berbentuk lonjong dan merangkak perlahan-lahan di sepanjang permukaan. (Kellogg, 1994) Hyalella Azteca begitu di mana-mana dan berlimpah bahwa ketidakhadiran mereka dalam dianggap sebagai indikator yang dapat diandalkan pengasaman danau. Mereka dapat mentolerir pH yang turun ke 6,5, pada saat mana mereka mulai menghilang. Diporeia hoyi hanya ditemukan di dalam, dingin, danau oligotrophic. Namun, preferensi mereka untuk perairan dalam tampaknya tergantung pada kebutuhan mereka untuk air dingin karena mereka telah ditemukan di zona profundal dengan kurang dari 7% saturasi oksigen. (Mackie, 2001)

  • Order Isopoda (Sowbugs Perairan)
Sejumlah besar sowbugs (juga dikenal sebagai pillbugs) seringkali merupakan indikasi pengayaan organik. Sowbugs kadang-kadang bingung dengan Scud, tapi sowbugs yang lebih luas daripada mereka yang tinggi dan berjalan perlahan di sepanjang permukaan. (Kellogg, 1994) Meskipun pesanan sering dianggap sebagai indikator pengayaan sedang atau subpollution, hanya spesies tertentu, seperti communis C. dan C. racovitzai, bisa dianggap seperti itu. (Mackie, 2001)
  • Order Mysidacea (Udang Oposum) (Mackie, 2001)
Mereka hampir secara eksklusif laut kecuali beberapa spesies yang asli dalam, danau oligotrophic dingin, seperti Danau Besar dan Danau Finger New York State. Bila produktivitas danau tinggi, siklus hidup mysid adalah 1 sampai 2 tahun lamanya, ketika produktivitas atau suhu rendah, mysids mungkin membutuhkan sampai 4 tahun untuk melengkapi siklus hidup mereka.
  • Order Decapoda (Udang, Kepiting, dll)
Keluarga Cambaridae (Crayfish)
Sebagian besar spesies hidup selama kurang lebih 2 tahun meskipun spesies tertentu mungkin hidup sampai 6 atau 7 tahun. (Kellogg, 1994)
Keluarga Palaemonidae (Udang Air Tawar)
Walaupun jarang ditemui di daerah senapan sungai, udang air tawar mungkin umum di payau bergerak lambat atau air tawar sungai daerah pantai atau dataran rendah. (Kellogg, 1994)

Kelas Branchiopoda,
Cladocera Order (Kutu Air) (Mackie, 1998)
gibberum Holopedium adalah karakteristik acidifying danau dan perairan rendah kalsium.

Kelas Ostracoda (Wetzel, 1983)
Para ostracods kecil, krustasea bivalved biasanya kurang dari 1 mm dalam ukuran, yang tersebar di hampir semua habitat perairan. Ostracod kepadatan peningkatan lebih danau produktif (untuk> sq.metre 50.000 /).

INGINKU SEPERTI IMAM ALI - FATIMAH AZ ZAHRA










 
 
Seperti mereka,,,
Mencintai dan menyayangi dalam diam karena Allah,,,
Bukan karena harta, ketampanan, kecantikan, dan yang lainnya,,,tapi,,,
Karena hati,,,hati mereka yang digerakkan oleh Allah untuk ditakdirkan bersama,,,


Ali bukanlanlah Nabi Yusuf yang tampan dan bukanlah Sulaiman yang hartawan,,,
Bahkan lengan Ali penuh dengan sayatan luka perang,,
Ali hanya memiliki keteguhan hati untuk membela jalan Allah dengan kecerdasan yang Allah limpahkan padanya,,,

Fatimah Az Zahra,,, tak secantik pemaisuri Fir'aun,,,dan tak secerdas ratu Bilqish,,,
Namun,,, kecantikan hatinya dan ketabahan hatinya dalam menghadapi cobaan hidup menjadikannya wanita mulia lagi sholihah...

Jumat, 26 November 2010

Yang Tersisa Dari Mz Danang

Tidak ada yang tahu umur manusia,,
Sekarang,,,manusia bisa saja merencanakan, namun tetaplah Allah yang menentukan,,,

Setelah Allah memanggil Mz Danang, aku bisa mengambil hikmah dibalik semuanya :
  • Orang hidup itu sawang-sinawang,,,yang terlihat hanya fisik semata,namun tak tau seperti apa dalamnya.
  • Jika kamu menyimpan sesutu terhadap orang lain, segeralah katakan,,, karna umur manusia tidak ada yang tau,,,
  • Kita hidup haruslah "Prasojo" apa adanya,,,jangan menutup-nutupi,,,lebih baik berterus terang, meski pahit sekalipun..
Sedikit yang ku ingat dari Mz Danang adalah,,,ketika kita kecil,,,kamu nakal sekali,,,sudah tau aq ga suka permen pedes (red_mint) kamu beri aku dengan cara membohongiku,,,lalu kamu tertawa....hanya itu yang bisa aku ingat dari seorang Mz Danang,,,seorang sarjana Kedokteran yang sebentar lagi akan meraih gelar "dr."

Selamat jalan mz,,,
Semoga kau tenang disana dengan Allah...Amin yarobbal'alamin,,,,
Disini, kami semua mendoakanmu